1. Cendol
Panas-panas di sawah enak bila pesan es
cendol yang dipikul oleh pedagang cendol keliling. Biasanya seperti
itulah para nenek moyang kita menikmati cendol, di sawah, saat masa
panen. Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung
beras, disajikan bersamaan dengan es serut, gula merah, dan santan.
Rasanya manis dan gurih. Sangat manjur untuk mengembalikan kesegaran dan
energi tubuh. Di Bandung, ada sebuah kedai yang terkenal dengan es
cendol yang nikmat, ialah Es Cendol Elizabeth.
Alamat : Kedai Elizabeth berada di Jl. Merdeka no 25-29 Babakan, Ciamis, Sumurbandung.
Akses : Dari Istana
Bandung Electronic Center, silahkan lalui Jl. Purnawarman menuju Jl.
Merdeka selama kurang lebih 5-10 menit.
Harga : Rp 2.500,-
Peta : Lihat peta
2. Bandrek
Hujan turun, hawa dingin menembus dinding
terbuat dari kayu. Saat itu, kakek menantikan bandrek buatan nenek.
Sekarang bandrek sudah menjadi minuman tradisional khas Sunda yang
digemari banyak orang di seluruh negeri. Kedai-kedai yang menjual
bandrek tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya bila Anda mau
mampir, mampirlah ke Paskal Hyper Square Unit Food.
Alamat : Jl. Pasir Kaliki no 25-27, Kebon Kawung
Operasional : buka tiap hari Pukul 10.00—22.00 WIB.
Akses : Dari Stasiun Bandung, ambillah Jl. Stasiun Barat menuju Jl. Kebon Kawung.
Harga : Rp 5.000,-
Peta : Lihat peta
3. Bajigur
Bajigur merupakan minuman hangat khas
Sunda. Minuman ini terbuat dari gula aren dan santan. Untuk menambah
kenikmatan Anda bisa menambahkan sepotong jahe dan garam seperti yang
dilakukan nenek untuk kakek. Saat masih hangat, minuman ini dapat
menghangatkan dada yang terhimpit udara sejuk di pegunungan.
Alamat : Jl. Cihanjuang, Bandung
Akses : bisa
menggunakan angkutan umum seperti bus Damri jurusan Elang – Jatinangor
sampai ke Jl. Cihanjuang.
Operasional : buka setiap hari Pukul 11.00—22.00 WIB
Harga : Rp 5.000,-
Peta : Lihat peta
4. Beer pletok
Beer pletok merupakan salah satu minuman
tradisional yang awalnya populer di Betawi. Beer pletok merupakan
minuman yang terbuat dari tumbuhan rempah-rempah seperti jahe, kapulaga,
sereh, kayu manis, secang, dan gula. Beer pletok tidak mengandung
alkohol, di namakan beer karena penemunya suka bergaul dengan warga
Belanda. Ia pun melihat wujud minuman ini sama dengan beer yang sering
diminum warga Belanda, maka ia menamakannya Beer Pletok. Bila Anda ingin
menikmati beer pletok, silahkan mampir ke Kedai Beer Pletok & Aneka
Ketan Danghiang.
Alamat : Jl. Kemandoran Raya No 25
Operasional : Kedai buka setiap hari, Pukul 18.30—01.00 WIB.
Akses : melalui Tol Cipularang dan Jalur Pantura
Harga : Rp 15.000,- per botol
Peta : Lihat peta
5. Sekoteng
Untuk menjaga daya tahan tubuh, kakek
suka minum sekoteng. Minuman asli Jawa Tengah ini juga sudah tersebar ke
berbagai daerah di Indonesia. Minuman ini enak dinikmati saat masih
hangat. Sekoteng terbuat dari jahe rebus yang hasil saringannya bisa
dicampur dengan kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, dan potongan
roti.
Alamat : Jl. Mampang Prapatan, Mampang.
Jam opersional : buka setiap hari Pukul 10.00—22.00 WIB.
Akses : Lokasinya berjarak sekitar 30 menit dari Stasiun Cilandak, melalui Jl. Prapanca.
Harga : Rp 13.000,- per mangkok
Peta : Lihat peta
6. Lahang
Pernah mendengar minuman yang terbuat
dari nira? Itulah Lahang, sebuah minuman tradisional khas Indonesia yang
rasanya manis dan segar. Lahang diperoleh dari sadapan pohon aren.
Untuk bisa menikmatinya, para petani biasanya menyadap bunga jantan dari
pohon aren yang sudah berusia 5 tahun. Minuman ini bisa Anda nikmati di
daerah Dago Pakar. Minuman ini akan dijual dengan gerobak dorong atau
dipikul oleh seorang aki-aki.
Alamat : Dago Pakar
Akses : Dari Kota Bandung melalui Jl. Perintis Kemerdekaan ke Jl. Ir. H. Djuanda
Jam operasional : 24/7
Harga : mulai dari Rp 2.000,- per gelas eceran
Peta : Lihat peta
7. Wedang uwuh
Racikan wedang uwuh, bila di Jogjakarta
bisa Anda beli di pasar-pasar. Banyak orang menjual wedang uwuh saat
ini. Wedang Uwuh merupakan minuman tradisional yang digemari masyarakat
Jawa pada jaman dulu karena dapat menghangatkan badan. Bahkan raja-raja
Mataram juga memfavoritkan minuman ini. Anda bisa mendapatkan
bahan-bahan untuk membuat wedang uwuh di Akar Sari Toko.
Alamat : Jl. Cihampelas 110 Cipaganti, Bandung
Akses :
lokasinya berjarak sekitar 25-30 menit dari Kebun Binatang Bandung di
Jl. Kebun Binatang melalui Jl. Tamansari Bawan dan Jl. Plesiran.
Jam operasional : mulai Pukul 09.00—22.00 WIB
Harga : Lihat peta
8. Wedang Ronde
Sambil duduk di kursi goyang, nenek
menikmati wedang ronde. Wedang ini kini sudah terkenal sebagai minuman
tradisional yang berasal dari Jawa. Dalam secangkir wedang ronde
seringkali berisikan air jahe, roti bola-bola yang disebut ronde,
kadangkala ada campuran kolang kaling, potongan roti, dan kacang yang
sudah disangrai. Selama di Bandung, Anda bisa menikmati sajian wedang
ronde alkateri.
Alamat : Jl. Alkateri, Bandung.
Akses : Lokasinya
berjarak sekitar 5-10 menit dari Bus Terminal Stasiun Hall, Anda bisa
melalui Jl. Pasar Barat menuju Jl. Alkateri.
Jam operasional : buka setiap hari Pukul 10.00—22.00 WIB
Peta : Lihat peta
9. Wedang Jahe
Wedang jahe baik untuk kesehatan dan enak
dinikmati dalam cuaca panas ataupun dingin. Wedang jahe seringkali
banyak dijumpai di angkringan-angkringan dengan harga murah. Kalau Anda
ingin menghangatkan badan dengan wedang jahe murni, silahkan saja mampir
ke Kopi Angkringan Dago. Kemasannya memang modern, tapi menu-menunya
masih khas angkringan. Ada nasi kucing, ceker, dan lain-lain.
Alamat : di Jl. Dago Ir. H. Juanda no 53.
Akses : Anda
bisa menemukannya melalui Jl. Ranggagading menuju Jl. Ir. H. Djuanda
dari Universitas Bandung Raya.
Jam operasional : Buka tiap hari Pukul 10.00—00.00 WIB.
Peta : Lihat peta
Itulah kesembilan minuman tradisional yang jaman dulu menjadi favorit nenek dan kakek. Apakah Anda mau mencicipi?
SUMBER:http://bandung.panduanwisata.id/daftar-minuman-lintas-generasi-di-bandung/
0 komentar:
Posting Komentar